<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita &#8211; IDI Wilayah Riau</title>
	<atom:link href="https://idiriau.org/category/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://idiriau.org</link>
	<description>Situs resmi IDI Wilayah Riau</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2024 23:18:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/05/cropped-IDI-32x32.png</url>
	<title>Cerita &#8211; IDI Wilayah Riau</title>
	<link>https://idiriau.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makna Kurban Bagi Dokter</title>
		<link>https://idiriau.org/2024/06/19/makna-kurban-bagi-dokter/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=makna-kurban-bagi-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[idiriau]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 23:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota]]></category>
		<category><![CDATA[idiriau]]></category>
		<category><![CDATA[Jondri Akmal]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[muda berkarya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://idiriau.org/?p=255</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : H.Jondri Akmal,dr.,MARS Ibadah Kurban merupakan sebuah ibadah dengan menyembelih hewan kurban dengan tujuan hanya beribadah kepada Allah yang dilakukan pada hari raya idul adha sampai 3 hari hari tasyrik, 11,12,13 Zulhijjah. Mengapa kita umat muslim harus melakukan kurban? Karena itu adalah perintah dari Allah melalui habibullah, Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh : H.Jondri Akmal,dr.,MARS</p>



<p>Ibadah Kurban merupakan sebuah ibadah dengan menyembelih hewan kurban dengan tujuan hanya beribadah kepada Allah yang dilakukan pada hari raya idul adha sampai 3 hari hari tasyrik, 11,12,13 Zulhijjah.</p>



<p>Mengapa kita umat muslim harus melakukan kurban? Karena itu adalah perintah dari Allah melalui habibullah, Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;Anhu, Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda, &#8220;Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami.&#8221; (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf).</p>



<p>Hadits lain yang diriwayatkan oleh Aisyah adalah Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)</p>



<p><br><strong>Lalu apa makna kurban bagi dokter?<br></strong>Sebenarnya pertanyaan ini berlaku bagi kita umat muslim semunya. Ibadah kurban itu berlaku untuk dua sisi atau dimensi. Dimensi vertikal dan horizontal atau sosial. Dimensi vertikal merupakan bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah supaya mendapatkan keridhaan-Nya. Sedangkan dalam dimensi horizontal atau sosial, kurban bertujuan untuk menggembirakan hati kaum fakir pada Hari Raya Idul Adha. Karena itu, daging kurban hendaklah diberikan kepada mereka yang membutuhkan, boleh saja menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban, tetapi dengan tetap mengutamakan kaum fakir dan miskin.</p>



<p>Mengutamakan daging qurban kepada kaum fakir diperintahkan Allah dalam surat Al-hajj ayat 28. “Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. al-Hajj, 22:28).</p>



<p>Bagi kaum fakir, menikmati daging mungkin sesuatu yang sangat mewah, mungkin mereka dapatkan hanya sekali setahun atau tak pernah sakalipun dan bila itu mereka dapatkan hati mereka sangat senang. Sedangkan bagi mereka yang berpunya makan daging mungkin setiap saat bila mereka mau. Nah disinilah rasa kepedulian, kesetiakawanan, itu di uji Allah. Apakah orang yang berpunya memiliki rasa kepedulian terhadap kaum fakirnya?</p>



<p>Para dokter yang ekonominya di atas rata-rata, seyogyanya punya rasa kepedulian dengan melakukan kurban. Sehingga dimensi sosialnya tercapai dan dimensi vertikalnya sampai kepada Allah Ta&#8217;ala.<br>Selamat melaksanakan ibadah kurban. Semoga!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter, Kurban dan Pengorbanan</title>
		<link>https://idiriau.org/2024/06/19/dokter-kurban-dan-pengorbanan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dokter-kurban-dan-pengorbanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[idiriau]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 23:06:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota]]></category>
		<category><![CDATA[idiriau]]></category>
		<category><![CDATA[Jondri Akmal]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[muda berkarya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://idiriau.org/?p=250</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : dr. Jondri Akmal, MARS Para dokter yang terkumpul dalam organisasi Ikatan Dokter Indonesia, wilayah Riau melakukan penyembelihan hewan kurban, Senin kemaren. Kegiatan itu dipusatkan di salah satu area di Kampus Fk Unri. Beberapa ekor sapi dan kambing direbahkan disana. Dan bahkan salah seorang pengurus IDI yang hadir disana mengucapkan terima kasih kepada anggota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh : dr. Jondri Akmal, MARS</p>



<p>Para dokter yang terkumpul dalam organisasi Ikatan Dokter Indonesia, wilayah Riau melakukan penyembelihan hewan kurban, Senin kemaren. Kegiatan itu dipusatkan di salah satu area di Kampus Fk Unri. Beberapa ekor sapi dan kambing direbahkan disana.</p>



<p>Dan bahkan salah seorang pengurus IDI yang hadir disana mengucapkan terima kasih kepada anggota IDI yang sudah berkurban dan juga terima kasih disampaikan kepada Ibu Dekan yang sudah memberikan izin salah satu area di kampusnya dijadikan tempat kegiatan kurban. Beliau mengucapkan terima kasih itu atas nama Ketua IDI Wilayah Riau</p>



<p>“Kami atas nama Ketua IDI Wilayah Riau mengucapkan terimakasih kepada sejawat yang telah berkenan berkurban bersama IDI Wilayah Riau. Terima kasih juga disampaikan kepada tim Kurban IDI Wilayah Riau yang telah melaksanakan kegiatan tahunan kita. Dan spesial terimakasih yang sebesar sebesar nya kepada Ibu Dekan FK Unri yang berkenan berkolaborasi dengan memberikan tempat di halaman FK Unri. Kami mendoakan semoga amal ibadah kita semua di terima Allah SWT aamiin.”</p>



<p>Bukan itu saja, para dokter satu perhimpunan, misalnya dokter spesialis Paru, Bedah, Penyakit Dalam dan lainnya juga melakukan kurban. Hewan kurban itu ada yang di kirimkan ke Mentawai ada juga kurban yang disembelih di Riau saja.</p>



<p><strong>Kurban</strong></p>



<p>Makna dari kurban adalah penyembelihan seekor atau beberapa ekor hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah yang dilakukan pada Idul Adha dan tiga Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah.</p>



<p>Salah satu dasar hukum pelaksanaan kurban yang kita kutip pada tulisan ini adalah adanya hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah. Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, Riwayat Tirmizi dan Ibnu Majjah)</p>



<p>Sebetulnya Ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha sampai hari tasyrik, tiada lain dan tidak bukan hanya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di samping itu, makna kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim.</p>



<p><strong>Nilai Pengorbanan</strong></p>



<p>Nah! Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata. Ia “korbankan” segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbankan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban,</p>



<p>Nilai nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah kurban tersebut benar benar melekat di hati nurani para dokter (muslim), Misalnya nilai pengorbanan. Berkorban dalam pekerjaan, berkorban harta dan bahkan jiwa. Kita ingat dulu, 3 tahun yang lalu. Semasa COVID19 melanda dunia, Indonesia dan Riau. Banyak dokter yang berjuang dan bahkan menjadi korban dalam melawan pandemik COVID19. Di Indonesia ada 2000-an dokter yang meninggal dan di Riau ada 100-an lebih saat merawat dan melindungi pasien dari COVID19. Begitu juga saat ini ada beberapa dokter Indonesia yang ikut berjuang sebagai medis di Palestina dan menjadi korban pula disana. Dan akan banyak relawan dokter yang akan berangkat lagi kesana setelah Dewan keamanan PPB akan bekerja disana.</p>



<p>Kalau bukan nilai-nilai ibadah kurban itu yang menyelimuti hati para dokter lalu nilai apa lagi? Pengorbanan adalah salah satu nilai yang ada dalam ibadah kurban.</p>



<p>Siak, 19 Juni 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>In Memoriam “Ayah” dr.Inzta Arbi, SpB., FINACS</title>
		<link>https://idiriau.org/2024/06/09/in-memoriam-ayah-dr-inzta-arbi-spb-finacs/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=in-memoriam-ayah-dr-inzta-arbi-spb-finacs</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[idiriau]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 00:46:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota]]></category>
		<category><![CDATA[idiriau]]></category>
		<category><![CDATA[Jondri Akmal]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[muda berkarya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://idiriau.org/?p=234</guid>

					<description><![CDATA[Hari Senin, tanggal 13 Mei 2023 pukul 06.51 Wib ada chatingan masuk ke laman WA ku. Chatingan itu berasal dari seorang senior ku yang menjadi panutan selama ini dialumni FK Unand Cabang Riau, di Organisasi Profesi IDI, dan juga di Klub Menulis Allisku. Uda Inzta: Assalamualaikum ww, Jon. Uda kini di Padang sajak hari Sabtu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari Senin, tanggal 13 Mei 2023 pukul 06.51 Wib ada chatingan masuk ke laman WA ku. Chatingan itu berasal dari seorang senior ku yang menjadi panutan selama ini dialumni FK Unand Cabang Riau, di Organisasi Profesi IDI, dan juga di Klub Menulis Allisku.</p>



<p>Uda Inzta: Assalamualaikum ww, Jon. Uda kini di Padang sajak hari Sabtu tgl 11 Mei, dalam rangka persiapan operasi “hati”. Kalau alah pasti harinyo akan uda kabakan baliak di WAG. Ado yang uda minta tolong ka Jon ciek. Uda punyo naskah yang sabananyo labiah satahun yang lalu dibueknyo. (sebelum novel dr. Phytok dalam Pembunuh Misterius naik cetak). Tapi karena banyak revisi-revisi yang harus dilakukan, makanya kini baru bisa.</p>



<p>Nah sabalun barangkek ka Padang uda minta anak uda (Acieta) untuak memproses pencetakannyo. Dan uda minta pulo agar naskahnyo dikirim ka Jon untuak dapek endorsement dari Jon yang akan di masukan ke novel itu dan postingkan juga di WAG Allisku dan lain-lainnya.</p>



<p>Baitu Jon, tarimo kasih labiah dahulu.</p>



<p>Jondri Akmal : Inshallah Uda .. Semoga operasinya sukses dan cepat sembuh Yo Uda…</p>



<p>Insta Arbi: Aamiin yra. Tarimo kasih Jon</p>



<p>Lalu beberapa hari kemudian, tanggal 21 Mei 2024, jam 07.17 Wib beliau kembali men-chating dan memberikan kabar gembira bahwa naskah novel beliau sudah disetujui oleh penerbitnya untuk dapat diterbitkan.</p>



<p>Insta Arbi: Alhamdulillah……Jon. Uda Dapek kaba dari Acieta bahwa Onepeach (penerbit) sudah bersedia menerbitkan buku novel Dr Pythok Dalam Tragedi Jembatan Panjang</p>



<p>Jondri Akmal : Alhamdulillah…Uda. Beko ambo kirimkan endorse nya Uda….</p>



<p>Tak berapa lama endorse untuk calon buku novel yang ketiga Uda Inzta itu sudah saya tulis dan akan segera saya kirimkan. Saya juga akan mengusulkan kepada beliau nanti bila novel itu sudah terbit akan di lounching lagi bersama klub Allisku seperti buku novel beliau yang pertama dan kedua. Tetapi rencana itu tak jadi kesampaian. Kenapa ? Karena barusan kami dapat informasi bahwa beliau telah mendahului kita semua.</p>



<p>Berita duka itu di tulis oleh sahabat dekat dan keluarga beliau. Dan menyebar cepat di WAG alumni dan IDI.<br>Innalillahi wa&#8217;inna illaihi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah. Ayah, Abangda, Uda kita, Dr.Inzta Arbi, SpB., FINACS bin Sutan Zainul Arifin Arbi pada hari Senin, 3 Juni 2024 jam 23.42 WIB. Di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Kami sekeluarga ikut berdukacita atas wafatnya abang kami itu. Semoga beliau ditempatkan pada tempat yang istimewa disisi Allah, diampuni segala dosa dan diterima semua amal ibadahnya. Serta keluarga yang ditinggal tabah menerima cobaan ini. Aamiin.</p>



<p>Membaca dan mendengar kabar duka itu kami sangat sedih. Kami merasa kehilangan tokoh panutan. Beliau orang yang sangat baik, low profil, dan kalau bicara sangat bijaksana dan sangat menyejukan. Beliau selalu memberikan solusi dan jalan tengah. Saya banyak sekali belajar dengan beliau.</p>



<p>Terus terang, saya pertama kali berinteraksi dengan beliau di meja operasi. Saya sebagai pasien dan beliau operatornya. Jadi bukan di organisasi atau di tempat lain. Kala itu tahun 2003, saya baru tiga tahun menginjakan kaki di bumi lancang kuning ini. Pasca PTT saya kena apedik. Saya dikirim dari salah satu klinik di kota Duri ke RSUD AA. Dan di RSUD AA beliaulah yang menangani saya. Setelah beberapa hari pasca dirawat post op apendiktomi, sayapun sudah bisa aktifitas lagi dan yang membuat saya sumringah, di bill tagihan, jasa dokter bedahnya beliau nol kan. Alias gratis buat saya. Kala itu saya amat sumringah dan salut dengan senior saya itu.</p>



<p>Lalu beberapa tahun kamipun aktif di orgasisasi profesi, nah kamipun kembali berinteraksi dengan beliau. Almarhum yang merupakan alumni FK Unand angkatan 1968 dan lulusan spesilis bedah UI tahun 1987 itu adalah pentolan/ sepuh di IDI wilayah dan IDI kota, di sini kamipun sering bertemu dan diskusi dengan “Ayah”, panggilan yang sering diucapkan oleh para yuniornya. Dalam organisasi profesi beliau itu sangat bijaksana. Mampu mencarikan solusi yang sangat baik. Sering menggunakan metode win-win solusi. Dan yang lebih salutnya saya dengan beliau adalah, dalam rapat beliau tak banyak bicara, beliau tidak pernah krasak-krusuk, beliau bicara kalau di minta untuk bicara. Dan pas bicara semua mendengarkan dan sangat bernas.</p>



<p>Di tempat lain kami juga ada berinteraksi, seperti sama-sama main tenis di lapangan tenis RSUD AA. Klub tenis di Riau ini sering bermain bersama Uda Sukri Delam, Uda Khairul, Uda Afdal, Uda Yun dan lainnya. Tetapi beberapa tahun belakangan karena alasan kesehatan beliau hanya datang sebagai pemain yang memberi semangat saja lagi.</p>



<p>Dan interaksi kami lebih intens ada di klub menulis Allisku. Klub menulis ini kebetulan saya yang pimpin dan beliau adalah salah satu anggota yang cukup produkif. Beliau sering mengirim tulisan di WAG dan selama berada di klub ini beliau sudah menerbitkan dua novel. Nah novel yang beliau terbitkan itu sangat luar biasa dan bagus sekali. Dua novel itu berjudul, Tujuh belas Warna Phytok dan dr. Phytok dalam Pembunuh Misterius. Dua novel itu sudah kami lounching dan bedah buku beberapa tahun yang lalu. Hasilnya sangat luar biasa. Banyak peminat buku ini, buktinya kata beliau dua kali di terbitkan.</p>



<p>Dan pertengahan bulan mei lalu, “Ayah” yang lahir tahun 1949 itu memberitahu saya bahwa beliau akan menerbitkan lagi novel ketiga, judulnya Dr Pythok Dalam Tragedi Jembatan Panjang. Novel itu sudah masuk ke penerbit. Tetapi buku itu belum jadi beliau sudah pergi untuk selamanya.<br>Saya berkata dalam hati, saya akan membantu nanti, anandanya almarhum (Acieta) untuk mewujudkan niat beliau, bahwa novel tersebut benar-benar terbit dan dapat dibaca oleh para peminatnya. Inshallah Uda.</p>



<p>“Ayah”, dr. Inzta Arbi, SpB., FINACS yang telah berumur 75 tahun itu kini telah berangkat menghadap Illahi. Selamat jalan Uda. Semoga dilapangkan di alam kuburnya. Dan kami berdoa semoga liang kuburnya dijadikan salah satu pintu menuju surgaNya. Kemudian kami juga berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi kesabaran.</p>



<p>Selamat jalan “Ayah” Inzta.</p>



<p>Oleh : Jondri Akmal, MARS (Pekanbaru, 4 Juni 2024)</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="724" height="1024" data-id="238" src="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-3.jpeg" alt="" class="wp-image-238" srcset="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-3.jpeg 724w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-3-212x300.jpeg 212w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="718" height="1024" data-id="237" src="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-2-718x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-237" srcset="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-2-718x1024.jpeg 718w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-2-210x300.jpeg 210w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-2-768x1095.jpeg 768w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta-2.jpeg 920w" sizes="(max-width: 718px) 100vw, 718px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="768" height="1024" data-id="239" src="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta_-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-239" srcset="https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta_-768x1024.jpeg 768w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta_-225x300.jpeg 225w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta_-1152x1536.jpeg 1152w, https://idiriau.org/wp-content/uploads/2024/06/buku-dr.inzta_.jpeg 1170w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>
</figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
